RIYADUSSALAM
Arsip Blog
Kamis, 06 April 2017
Selasa, 26 April 2016
Hakikat Lailahaillallah Muhammadurrasulullah – لا اله الا الله محمد رسول الله
Sebagai kaum muslim kita sering melafadzkan kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله (laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah) atau yang lebih dikenal dengann kalimat tauhid. Tapi selama ini kita hanya sebatas melafadzkannya dengan lisan tanpa dibarengi dengan kamantapan hati serta pengetahuan tentang makna dan hakekat kalimat tersebut. Padahal kalimat tauhid mengandung makna yang sangat dalam dan memberikan pengaruh yang luas bagi kehidupan manusia di dunia ini.
Kalimat laa ilaaha illallah terdiri atas nafyu “laa ilaaha” dan itsbat “illallah”. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Artinya seorang muslim tidak boleh hanya melafadzkan nafyu-nya tanpa itsbat atau sebaliknya hanya meng-itsbat-kan tanpa me-nafyi-kan.
lapad tauhid dan pengamalan nya seharusnya yang menjadi prioritas dalam kehidupan kita,
ALLOH adalah harus di ats segalanya, harus di atas uang,di ats jabatan ,di ats kepentingan pribadi,maka kalo penduduk negara ini sudah bisa laa illa ha illalloh, maka insa alloh hidup nya akan meraih ketenangan di dunia dan akherat, karena apa? karena
Minggu, 24 April 2016
Minggu, 03 Januari 2016
ILMU
Bicara tentang ilmu,
ilmu itu i'tiqodun jaajimun mutobikun lilwaki'i nasiun an dalili.keyakinan yang pasti,dan sesuai dengan kenyataan,yg muncul dar dalil/petunjuk yg benar..
seterusnya menurut dalam ilmu mantik,ilmu terbagi 2 bagian (1) ilmu doruri (2) ilmu nadori..
Ilmu di lihat dari Realita sebetulnya, Klasifikasi Ilmu DI bagi 2 bagian 1.ilmu jangka pendek 2.ilmu jangka panjang ilmu jangka pendek yaitu ilmu yg cuma bisa di realisasikan cuma di dunia saja.bisa itu ilmu pengetahuan tentang dunia,manusia,tumbuh tumbuhan,hewan,ilmu poltik,dll.kalo di perpendek bisa itu Ilmu Formal; Ilmu Alam; Ilmu Sosial; Ilmu Terapan. juga bisa itu ilmu Agama yg seseorang cuma di pergunakan untuk mendapat materi dunia saja. semua itu bisa di sebut ilmu jangka pendek.. sedangkan ilmu jangka panjang yaitu ilmu yg di realisasikan di dunia dan akhirot.bisa itu ilmu yg saya tadi sebut,yg itu semua di realisasikan,DI AMALKAN di dunia dengan tujuan utamanya ialah mendpat rohmat ALLOH. hati ihlas cuma ingin mendapat rido alloh,atau yg sering di katakan para Ulama LILAHI TA'ALA.mungkin itulah yg saya sebut ilmu jangka panjang.. Selanjutnya kalo di lihat dari segi HUKUM NYA. ilmu terbagi dari 5 hukum 1.wajib 2.haram 3.sunat 4.makruh. 5.mubah. selanjutnya mana saja yg wajib,sunat dll. Ilmu yg wajib yaitu ilmu yg menjadi pelantara (wasilah) tercapainya maksud,qoidah usul fiqih lilwasail hukmul maqosid, pelantara hukumnya sama dengan maksud.seperti kita di wajibkan sholat .maka wasilah kita bisa melaksanakan sholat dengan benar,maka itu wasilah/pelantara hukum nya wajib adanya, seperti ilmu mengenai sholat,sarat rukun,.maka mencari ilmunya wajib,kalo tidak di cari itu ilmu,kita berdosa.. ilmu yang haram ilmu yg sunat ilmu yg makruh ilmu yg mubah/boleh. dan mungkin inilah ilmu yg boleh Klasifikasi Ilmu yg mubah/boleh... Secara umum, ilmu digolongkan menjadi dua, yaitu ilmu alam dan ilmu sosial. Namun tidak hanya itu, dari latar belakang dan objek bahasannya, ilmu dapat dibagi menjadi empat macam yaitu: Ilmu Formal; Ilmu Alam; Ilmu Sosial; Ilmu Terapan; Ilmu Formal Ilmu Formal adalah ilmu yang pasti kebenarannya dan tidak perlu diuji dengan observasi karena sudah ditentukan “dari sananya”. Matematika (murni), ilmu yang membahas tentang kuantitas, struktur, ruang, serta perubahan. Statistika (murni), ilmu yang membahas tentang pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Ilmu Alam Ilmu Alam adalah ilmu yang di dalamnya mempelajari tentang alam. Dibagi menjadi dua, yaitu Ilmu Fisik dan Ilmu Hayat. Ilmu Fisik terdiri dari Astronomi, Fisika, Kimia, dan Ilmu Bumi, sedangkan Ilmu Hayat hanyalah Biologi. Astronomi, ilmu yang membahas tentang objek dan keadaan di luar atmosfir bumi. Fisika, ilmu yang membahas tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan materi dan pergerakannya dalam ruang-waktu. Kimia, ilmu yang membahas tentang atom berikut dengan sifat, struktur, komposisi, reaksi, dan perubahan dari atom. Ilmu Bumi, ilmu yang membahas segala sesuatu mengenai planet bumi. Biologi, ilmu yang membahas tentang makhluk hidup. Ilmu Sosial Ilmu Sosial adalah ilmu tentang perilaku dan kebiasaan manusia, hubungan antar manusia, serta masyarakat secara luas. Antropologi, ilmu yang membahas tentang manusia, kemanusiaan, dan eksistensi manusia. Ekonomi, ilmu yang membahas tentang kebutuhan manusia serta pencapaiannya dalam bentuk kegiatan produksi, distibusi, dan konsumsi. Linguistik, ilmu yang membahas tentang bahasa manusia, baik struktur, arti, lafal, dan perubahannya. Psikologi, ilmu yang membahas tentang pikiran manusia serta dampaknya terhadap perilaku dan kebiasaan manusia. Geografi (manusia), ilmu yang membahas tentang pola dan proses yang membentuk kehidupan sosial manusia. Berbeda dengan geografi (alam) yang merupakan cabang dari Ilmu Bumi. Filsafat, ilmu yang membahas tentang esensi dari segala sesuatu. Ilmu Politik, ilmu yang membahas tentang politik dalam bernegara dan pemerintahan. Sosiologi, ilmu yang membahas tentang fenomena yang terjadi di masyarakat serta aktivitas masyarakat secara umum. Sejarah, ilmu yang membahas tentang segala sesuatu yang terjadi di masa lalu dalam kehidupan manusia. Ilmu Hukum, ilmu yang membahas tentang hukum manusia. Ilmu Terapan Ilmu Terapan adalah ilmu yang merupakan terapan dari tiga klasifikasi ilmu sebelumnya (Ilmu Formal, Ilmu Alam, dan Ilmu Sosial) serta Ilmu Terapan lainnya. Agronomi, ilmu yang membahas tentang tanaman serta pembudidayaan dan pengelolaannya, termasuk hewan ternak. Arsitektur, ilmu yang membahas tentang perencanaan, desain, serta konstruksi bangunan. Teknik, ilmu yang membahas tentang desain dan pembuatan bangunan, mesin, alat, serta cara kerjanya. Ilmu Kesehatan, ilmu yang membahas tentang kesehatan makhluk hidup. Manajemen, ilmu yang membahas tentang cara pengaturan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Ilmu Militer, ilmu yang membahas seluk beluk dunia kemiliteran. Ilmu Spatial, ilmu yang membahas tentang ruang. ***
ilmu itu i'tiqodun jaajimun mutobikun lilwaki'i nasiun an dalili.keyakinan yang pasti,dan sesuai dengan kenyataan,yg muncul dar dalil/petunjuk yg benar..
seterusnya menurut dalam ilmu mantik,ilmu terbagi 2 bagian (1) ilmu doruri (2) ilmu nadori..
Ilmu di lihat dari Realita sebetulnya, Klasifikasi Ilmu DI bagi 2 bagian 1.ilmu jangka pendek 2.ilmu jangka panjang ilmu jangka pendek yaitu ilmu yg cuma bisa di realisasikan cuma di dunia saja.bisa itu ilmu pengetahuan tentang dunia,manusia,tumbuh tumbuhan,hewan,ilmu poltik,dll.kalo di perpendek bisa itu Ilmu Formal; Ilmu Alam; Ilmu Sosial; Ilmu Terapan. juga bisa itu ilmu Agama yg seseorang cuma di pergunakan untuk mendapat materi dunia saja. semua itu bisa di sebut ilmu jangka pendek.. sedangkan ilmu jangka panjang yaitu ilmu yg di realisasikan di dunia dan akhirot.bisa itu ilmu yg saya tadi sebut,yg itu semua di realisasikan,DI AMALKAN di dunia dengan tujuan utamanya ialah mendpat rohmat ALLOH. hati ihlas cuma ingin mendapat rido alloh,atau yg sering di katakan para Ulama LILAHI TA'ALA.mungkin itulah yg saya sebut ilmu jangka panjang.. Selanjutnya kalo di lihat dari segi HUKUM NYA. ilmu terbagi dari 5 hukum 1.wajib 2.haram 3.sunat 4.makruh. 5.mubah. selanjutnya mana saja yg wajib,sunat dll. Ilmu yg wajib yaitu ilmu yg menjadi pelantara (wasilah) tercapainya maksud,qoidah usul fiqih lilwasail hukmul maqosid, pelantara hukumnya sama dengan maksud.seperti kita di wajibkan sholat .maka wasilah kita bisa melaksanakan sholat dengan benar,maka itu wasilah/pelantara hukum nya wajib adanya, seperti ilmu mengenai sholat,sarat rukun,.maka mencari ilmunya wajib,kalo tidak di cari itu ilmu,kita berdosa.. ilmu yang haram ilmu yg sunat ilmu yg makruh ilmu yg mubah/boleh. dan mungkin inilah ilmu yg boleh Klasifikasi Ilmu yg mubah/boleh... Secara umum, ilmu digolongkan menjadi dua, yaitu ilmu alam dan ilmu sosial. Namun tidak hanya itu, dari latar belakang dan objek bahasannya, ilmu dapat dibagi menjadi empat macam yaitu: Ilmu Formal; Ilmu Alam; Ilmu Sosial; Ilmu Terapan; Ilmu Formal Ilmu Formal adalah ilmu yang pasti kebenarannya dan tidak perlu diuji dengan observasi karena sudah ditentukan “dari sananya”. Matematika (murni), ilmu yang membahas tentang kuantitas, struktur, ruang, serta perubahan. Statistika (murni), ilmu yang membahas tentang pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Ilmu Alam Ilmu Alam adalah ilmu yang di dalamnya mempelajari tentang alam. Dibagi menjadi dua, yaitu Ilmu Fisik dan Ilmu Hayat. Ilmu Fisik terdiri dari Astronomi, Fisika, Kimia, dan Ilmu Bumi, sedangkan Ilmu Hayat hanyalah Biologi. Astronomi, ilmu yang membahas tentang objek dan keadaan di luar atmosfir bumi. Fisika, ilmu yang membahas tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan materi dan pergerakannya dalam ruang-waktu. Kimia, ilmu yang membahas tentang atom berikut dengan sifat, struktur, komposisi, reaksi, dan perubahan dari atom. Ilmu Bumi, ilmu yang membahas segala sesuatu mengenai planet bumi. Biologi, ilmu yang membahas tentang makhluk hidup. Ilmu Sosial Ilmu Sosial adalah ilmu tentang perilaku dan kebiasaan manusia, hubungan antar manusia, serta masyarakat secara luas. Antropologi, ilmu yang membahas tentang manusia, kemanusiaan, dan eksistensi manusia. Ekonomi, ilmu yang membahas tentang kebutuhan manusia serta pencapaiannya dalam bentuk kegiatan produksi, distibusi, dan konsumsi. Linguistik, ilmu yang membahas tentang bahasa manusia, baik struktur, arti, lafal, dan perubahannya. Psikologi, ilmu yang membahas tentang pikiran manusia serta dampaknya terhadap perilaku dan kebiasaan manusia. Geografi (manusia), ilmu yang membahas tentang pola dan proses yang membentuk kehidupan sosial manusia. Berbeda dengan geografi (alam) yang merupakan cabang dari Ilmu Bumi. Filsafat, ilmu yang membahas tentang esensi dari segala sesuatu. Ilmu Politik, ilmu yang membahas tentang politik dalam bernegara dan pemerintahan. Sosiologi, ilmu yang membahas tentang fenomena yang terjadi di masyarakat serta aktivitas masyarakat secara umum. Sejarah, ilmu yang membahas tentang segala sesuatu yang terjadi di masa lalu dalam kehidupan manusia. Ilmu Hukum, ilmu yang membahas tentang hukum manusia. Ilmu Terapan Ilmu Terapan adalah ilmu yang merupakan terapan dari tiga klasifikasi ilmu sebelumnya (Ilmu Formal, Ilmu Alam, dan Ilmu Sosial) serta Ilmu Terapan lainnya. Agronomi, ilmu yang membahas tentang tanaman serta pembudidayaan dan pengelolaannya, termasuk hewan ternak. Arsitektur, ilmu yang membahas tentang perencanaan, desain, serta konstruksi bangunan. Teknik, ilmu yang membahas tentang desain dan pembuatan bangunan, mesin, alat, serta cara kerjanya. Ilmu Kesehatan, ilmu yang membahas tentang kesehatan makhluk hidup. Manajemen, ilmu yang membahas tentang cara pengaturan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Ilmu Militer, ilmu yang membahas seluk beluk dunia kemiliteran. Ilmu Spatial, ilmu yang membahas tentang ruang. ***
Sabtu, 26 Desember 2015
TAJWID
WA ROTILIL QUR'AN NA TARTILA. iLmu tajwid adalah ilmu mengenai tata cara menbaca alquran yang benar,menurut aturan agama islam. untuk sementara mungkin karna situasi kondisi,yg belum sempat ,insa alloh di lain waktu di tambah dgn segala keterbatasan ,insa alloh di tambah dengan file FDP mengenai tajwid yg pasti untuk kalangan sendiri saja, insa alloh
Kamis, 24 Desember 2015
MUQODIMAH Blog saya yg sederhana
Bismillah kalawan nyebat asma ALLOH anu parantos masihan mang rebu2 rohmat ka simkuring.di antawisna dina iyeu sa'ah jam 22.59 tgl 24-12-2015.sim kuring di pasihan waktos tiasa ngadamel blog RIYADUSSALAM.
sok sanaos sambil ngais jalaran Ahdja putra bungsu yuswa sasasih nuju teu raraos.tapi sambil ngisi waktu alhamdulillah tiasa janten,iyeu qodroh irodah ALLOH swt anu serba maha.
isi blog insa alloh mengenai islam tp tangtos penuh keterbatasan .Sinareng anu masih meryogiken kana kritik sareng saran membangun. htr nhn
Muslimedianews ~ Hakikat dan Amaliah Rebo Wekasan
A. Kabar Ghaib
Bermula dari kabar ghaib sebagian orang-orang yang ma’rifat kepada Allah menyebutkan bahwa dalam setiap tahun akan turun 320.000 malapetaka. Semuanya terjadi pada Rabu terakhir bulan Shafar. Sehingga hari tersebut menjadi hari tersulit dalam hari-hari tahun itu. (Imam ad-Dairabiy dalam Na’t al-Bidayat wa Tausyifu Nihayat halaman 195 atau lebih dikenal Mujarrabat ad-Dairabiy al-Kabir, Syaikh al-Buni dalam al-Firdaus, Syaikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayat az-Zain halaman 63, Syaikh al-Kamil Faridudin dalam Jawahir al-Khamsi halaman 50-51, Syaikh Imam Hamid al-Quds mufti sekaligus Imam Masjidil Haram Mekah dalam kitabnya Kanz an-Najah wa as-Surur, dan beberapa ulama lainnya).
Ada dua kemungkinan sebab orang yang menolak kabar ghaib tersebut, karena tidak mempercayai karomah dan atau belum menemukan dasar dalilnya. Mengenai karomah, Ahlussunnah wal Jama’ah tidak menyangsikan lagi akan kebenaran dan keberadaannya pada hamba-hamba Allah yang terkasih (Auliya’). Namun bagi sebagian orang (tetangga sebelah) ada yang sama sekali menolak dan tidak mempercayainya. Padahal kalau kita ambil warning dari panutan utama mereka, yakni Ibnu Taimiyah, kita akan temukan beliau termasuk ulama yang sangat mempercayai adanya karamah:
??? ???? ??? ????? : ??????? ??????? ???????? ??? ???? ???? ??? ?????? ?? ????? ??????? ?? ????? ?????? ??????????
“Diantara prinsip Ahlussunnah adalah mempercayai karamah para wali dan apa yang dijalankan oleh Allah melalui tangan-tangan mereka berupa perkara yang menyalahi adat dalam berbagai macam ilmu pengetahuan dan mukasyafah.” (Al-‘Aqidah al-Wasithiyyah).
Adapun dari segi dasar dalilnya, Ibn Abbas Ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
???? ????? ???????? ?????? ????? ????????? ???? ?????????? ??? ???? ???? ???? ?????: ????? ??????????? ??? ????????? ?????? ?????? ???????????.
“Rabu terakhir dalam sebulan adalah hari terjadinya sial terus.” (HR. Waki’ dalam al-Ghurar, Ibn Mardawaih dalam at-Tafsir, al-Khathib al-Baghdadi, al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthi dalam al-Jami’ ash-Shaghir juz 1 halaman 4 dan al-Hafidz Ahmad bin ash-Shiddiq al-Ghumari dalam al-Mudawi li-‘Ilal al-Jami’ ash-Shaghir wa Syarhai al-Munawi juz 1 halaman 23).
Hadits di atas kedudukannya memang dha’if (lemah). Tetapi meskipun hadits tersebut lemah, posisinya tidak dalam menjelaskan suatu hukum, tetapi berkaitan dengan bab targhib dan tarhib (anjuran dan peringatan), yang disepakati otoritasnya di kalangan ahli hadits sejak generasi salaf.
B. Shalat Rebo Wekasan
Setiap Rabu terakhir bulan Shafar, sebagian besar kaum Muslimin Nusantara melakukan shalat sunnah memohon kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari berbagai malapetaka. Namun ada pula yang menentang amaliah shalat sunnah Rebo Wekasan tersebut dengan berlandaskan pada pernyataan Syaikh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Irsyad al-‘Ibad yang mengatakan bahwa hal itu termasuk bid’ah madzmumah (tercela). Sebenarnya kalau kita mau telaah lagi, shalat sunnah Rebo Wekasan tidak bertentangan sama sekali dengan pernyataan Syaikh Zainuddin al-Malibari.
Akan tetapi, demi tidak memperpanjang pembahasan, sebagai jalan keluarnya bagi orang yang ingin melaksanakan shalat tersebut adalah sesuai dengan tuntunan Syaikh al-Kamil Fariduddin dalam kitab Jawahir al-Khamis. Beliau menyarankan hendaknya dalam shalat tersebut diniati melaksanakan shalat sunnah mutlak. Dimana shalat mutlak adalah shalat yang tidak dibatasi oleh waktu, sebab dan bilangannya.
Begitupula menurut KH. Bisyri Mustofa, beliau mengetengahkan solusi mendamaikan dua kutub yang bertentangan ini yakni niat shalatnya adalah niat shalat muthlaq. Hal ini juga berlaku dalam shalat-shalat lain yang tidak ada dalil al-Quran dan al-Hadits seperti shalat sunnah Anisul Qabri.
C. Amaliah Rebo Wekasan
1. Sholat Rebo Wekasan
Adalah shalat 4 rakaat yang dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Shafar yang bertujuan meminta kepada Allah agar diselamatkan dari malapetaka pada hari itu dan hari-hari selanjutnya sampai setahun yang akan datang. Shalat ini dilaksanaan setelah shalat Isya dan sebelum shalat Witir. Tatacara pelaksanaannya adalah:
Niat shalatnya adalah shalat sunnah mutlak, atau bisa dengan niat khusus berikut ini:
???????? ??????? ???????? ????? ???? ???? ?????? ????????? ???????? ????????? ????????????? ??????? ???????? ?????? ????????
“Aku niat shalat sunnah hari terakhir bulan Shafar sebanyak dua rakaat agar dijauhkan dari malapetaka karena Allah Ta’ala.”
Setelah selesai membaca al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat membaca surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali dan surat al-Mu’awwidzatain 1 kali. Setelah salam membaca bacaan berikut ini masing-masing sebanyak 70 kali:
????????? ????? ??????????? ?????in ????? ?????? ?????? ????? ??????? ???????? ????? ?????? ????? ??????? ?????? ??????? ?????????? ???????????…
???????? ???????? ?????????? ????????????…
Lalu membaca doa shalat sunnah Rebo Wekasan sebagai berikut:
??????????? ??? ???????? ?????????? ????????????? ?????????? ??? ???????? ????????? ??????????? ???????? ???????? ?????????? ???? ???????? ???????? ??????????? ??? ????????? ??? ??????????? ??? ???????? ??? ???????? ??? ???? ????????? ?????? ?????? ???????????? ??? ???????? ????????????? ??????????? ??????? ????????? ?????????? ????????? ?????????? ?????????? ????? ????? ????????? ????? ???????? ?????? ??? ??????? ????????????? ??? ??????? ???????????? ?????????????????? ????? ?????? ??????????? ??????????? ??????????? ????? ???????? ??????????? ??????????? ????? ??????? ????????????? ?????????? ??????????? ??????????? ??????????? ???? ?????? ?????????? ???????? ?????????? ???????? ?????????? ??????????? ???????????? ???????? ??????????? ?????? ????? ???????? ?????????????? ?????????? ??????????? ???????????? ?????????????? ?????? ???????? ???????????? ???????????? ??? ???????? ?????????????? ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ?????????? ????????? .
Tata cara shalat Rebo Wekasan menurut fersi lain adalah pertama berniat shalat sunnah mutlak:
???????? ??????? ????? ?????? ?????? / ????? ??? ????? ???? ????
“Aku niat shalat sunah Mutlak dua rakaat menjadi makmum/imam karena Allah Ta’ala.”
Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Falaq 10 kali. Pada rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat an-Nas 10 kali. Setelah salam membaca:
?????? ???? ?????? x 10
????? ?? ??? ????? ???? x 10
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna Fathimah Ra. bahwa Nabi Saw. bersabda:
???? ?????? ???????? ?????????????? ???????????? ????????? ??? ?????????? ????????? ?????????? ?????? ???????? ??????? ????????? ?????? ???????? ????? ????????????? ???? ???????? ??????? ???????? ?????? ???????? ????? ????? ?????? ???????????? ????? ?????????????? ????? ???????? ????? ????????? ?????????????? ?????? ???? ????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ???????????? ????????? ????? ?????? ????????????
“Barangsiapa yang berkenan mengerjakan shalat 2 rakaat di malam Rabu, pada rakaaat pertama membaca surat al-Fatihah dan al-Falaq 10 kali dan pada rakaat kedua membaca al-Fatihah dan an-Nas 10 kali, kemudian setelah salam membaca istighfar 10 kali dan shalawat 10 kali maka 70 malaikat turun dari langit yang bertugas mencatatkan pahalanya sampai hari kiamat.”
Menurut sebagian ulama: “Balak atau malapetaka yang ditakdirkan oleh Allah Swt. akan terjadi selama satu tahun itu semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam Rabu terakhir bulan Shafar. Maka barangsiapa yang bersedia menulis 7 ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka. Ayatnya adalah sebagai berikut :
??????? ??????? ???? ????? ??????? , ??????? ????? ????? ??? ????????????? , ??????? ????? ???????????? , ??????? ????? ?????? ??????????
??????? ????? ???? ???????? , ??????? ?????????? ???????? ????????????? ?????????? , ??????? ???? ?????? ???????? ?????????.
Atau lazimnya ayat-ayat tersebut dikombinasikan dengan bentuk sesuai dengan yang ada pada gambar di atas.
Wallahu Al-Musta’an A’lam.
sok sanaos sambil ngais jalaran Ahdja putra bungsu yuswa sasasih nuju teu raraos.tapi sambil ngisi waktu alhamdulillah tiasa janten,iyeu qodroh irodah ALLOH swt anu serba maha.
isi blog insa alloh mengenai islam tp tangtos penuh keterbatasan .Sinareng anu masih meryogiken kana kritik sareng saran membangun. htr nhn
Muslimedianews ~ Hakikat dan Amaliah Rebo Wekasan
A. Kabar Ghaib
Bermula dari kabar ghaib sebagian orang-orang yang ma’rifat kepada Allah menyebutkan bahwa dalam setiap tahun akan turun 320.000 malapetaka. Semuanya terjadi pada Rabu terakhir bulan Shafar. Sehingga hari tersebut menjadi hari tersulit dalam hari-hari tahun itu. (Imam ad-Dairabiy dalam Na’t al-Bidayat wa Tausyifu Nihayat halaman 195 atau lebih dikenal Mujarrabat ad-Dairabiy al-Kabir, Syaikh al-Buni dalam al-Firdaus, Syaikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayat az-Zain halaman 63, Syaikh al-Kamil Faridudin dalam Jawahir al-Khamsi halaman 50-51, Syaikh Imam Hamid al-Quds mufti sekaligus Imam Masjidil Haram Mekah dalam kitabnya Kanz an-Najah wa as-Surur, dan beberapa ulama lainnya).
Ada dua kemungkinan sebab orang yang menolak kabar ghaib tersebut, karena tidak mempercayai karomah dan atau belum menemukan dasar dalilnya. Mengenai karomah, Ahlussunnah wal Jama’ah tidak menyangsikan lagi akan kebenaran dan keberadaannya pada hamba-hamba Allah yang terkasih (Auliya’). Namun bagi sebagian orang (tetangga sebelah) ada yang sama sekali menolak dan tidak mempercayainya. Padahal kalau kita ambil warning dari panutan utama mereka, yakni Ibnu Taimiyah, kita akan temukan beliau termasuk ulama yang sangat mempercayai adanya karamah:
??? ???? ??? ????? : ??????? ??????? ???????? ??? ???? ???? ??? ?????? ?? ????? ??????? ?? ????? ?????? ??????????
“Diantara prinsip Ahlussunnah adalah mempercayai karamah para wali dan apa yang dijalankan oleh Allah melalui tangan-tangan mereka berupa perkara yang menyalahi adat dalam berbagai macam ilmu pengetahuan dan mukasyafah.” (Al-‘Aqidah al-Wasithiyyah).
Adapun dari segi dasar dalilnya, Ibn Abbas Ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
???? ????? ???????? ?????? ????? ????????? ???? ?????????? ??? ???? ???? ???? ?????: ????? ??????????? ??? ????????? ?????? ?????? ???????????.
“Rabu terakhir dalam sebulan adalah hari terjadinya sial terus.” (HR. Waki’ dalam al-Ghurar, Ibn Mardawaih dalam at-Tafsir, al-Khathib al-Baghdadi, al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthi dalam al-Jami’ ash-Shaghir juz 1 halaman 4 dan al-Hafidz Ahmad bin ash-Shiddiq al-Ghumari dalam al-Mudawi li-‘Ilal al-Jami’ ash-Shaghir wa Syarhai al-Munawi juz 1 halaman 23).
Hadits di atas kedudukannya memang dha’if (lemah). Tetapi meskipun hadits tersebut lemah, posisinya tidak dalam menjelaskan suatu hukum, tetapi berkaitan dengan bab targhib dan tarhib (anjuran dan peringatan), yang disepakati otoritasnya di kalangan ahli hadits sejak generasi salaf.
B. Shalat Rebo Wekasan
Setiap Rabu terakhir bulan Shafar, sebagian besar kaum Muslimin Nusantara melakukan shalat sunnah memohon kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari berbagai malapetaka. Namun ada pula yang menentang amaliah shalat sunnah Rebo Wekasan tersebut dengan berlandaskan pada pernyataan Syaikh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Irsyad al-‘Ibad yang mengatakan bahwa hal itu termasuk bid’ah madzmumah (tercela). Sebenarnya kalau kita mau telaah lagi, shalat sunnah Rebo Wekasan tidak bertentangan sama sekali dengan pernyataan Syaikh Zainuddin al-Malibari.
Akan tetapi, demi tidak memperpanjang pembahasan, sebagai jalan keluarnya bagi orang yang ingin melaksanakan shalat tersebut adalah sesuai dengan tuntunan Syaikh al-Kamil Fariduddin dalam kitab Jawahir al-Khamis. Beliau menyarankan hendaknya dalam shalat tersebut diniati melaksanakan shalat sunnah mutlak. Dimana shalat mutlak adalah shalat yang tidak dibatasi oleh waktu, sebab dan bilangannya.
Begitupula menurut KH. Bisyri Mustofa, beliau mengetengahkan solusi mendamaikan dua kutub yang bertentangan ini yakni niat shalatnya adalah niat shalat muthlaq. Hal ini juga berlaku dalam shalat-shalat lain yang tidak ada dalil al-Quran dan al-Hadits seperti shalat sunnah Anisul Qabri.
C. Amaliah Rebo Wekasan
1. Sholat Rebo Wekasan
Adalah shalat 4 rakaat yang dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Shafar yang bertujuan meminta kepada Allah agar diselamatkan dari malapetaka pada hari itu dan hari-hari selanjutnya sampai setahun yang akan datang. Shalat ini dilaksanaan setelah shalat Isya dan sebelum shalat Witir. Tatacara pelaksanaannya adalah:
Niat shalatnya adalah shalat sunnah mutlak, atau bisa dengan niat khusus berikut ini:
???????? ??????? ???????? ????? ???? ???? ?????? ????????? ???????? ????????? ????????????? ??????? ???????? ?????? ????????
“Aku niat shalat sunnah hari terakhir bulan Shafar sebanyak dua rakaat agar dijauhkan dari malapetaka karena Allah Ta’ala.”
Setelah selesai membaca al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat membaca surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali dan surat al-Mu’awwidzatain 1 kali. Setelah salam membaca bacaan berikut ini masing-masing sebanyak 70 kali:
????????? ????? ??????????? ?????in ????? ?????? ?????? ????? ??????? ???????? ????? ?????? ????? ??????? ?????? ??????? ?????????? ???????????…
???????? ???????? ?????????? ????????????…
Lalu membaca doa shalat sunnah Rebo Wekasan sebagai berikut:
??????????? ??? ???????? ?????????? ????????????? ?????????? ??? ???????? ????????? ??????????? ???????? ???????? ?????????? ???? ???????? ???????? ??????????? ??? ????????? ??? ??????????? ??? ???????? ??? ???????? ??? ???? ????????? ?????? ?????? ???????????? ??? ???????? ????????????? ??????????? ??????? ????????? ?????????? ????????? ?????????? ?????????? ????? ????? ????????? ????? ???????? ?????? ??? ??????? ????????????? ??? ??????? ???????????? ?????????????????? ????? ?????? ??????????? ??????????? ??????????? ????? ???????? ??????????? ??????????? ????? ??????? ????????????? ?????????? ??????????? ??????????? ??????????? ???? ?????? ?????????? ???????? ?????????? ???????? ?????????? ??????????? ???????????? ???????? ??????????? ?????? ????? ???????? ?????????????? ?????????? ??????????? ???????????? ?????????????? ?????? ???????? ???????????? ???????????? ??? ???????? ?????????????? ???????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ?????????? ????????? .
Tata cara shalat Rebo Wekasan menurut fersi lain adalah pertama berniat shalat sunnah mutlak:
???????? ??????? ????? ?????? ?????? / ????? ??? ????? ???? ????
“Aku niat shalat sunah Mutlak dua rakaat menjadi makmum/imam karena Allah Ta’ala.”
Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Falaq 10 kali. Pada rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat an-Nas 10 kali. Setelah salam membaca:
?????? ???? ?????? x 10
????? ?? ??? ????? ???? x 10
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna Fathimah Ra. bahwa Nabi Saw. bersabda:
???? ?????? ???????? ?????????????? ???????????? ????????? ??? ?????????? ????????? ?????????? ?????? ???????? ??????? ????????? ?????? ???????? ????? ????????????? ???? ???????? ??????? ???????? ?????? ???????? ????? ????? ?????? ???????????? ????? ?????????????? ????? ???????? ????? ????????? ?????????????? ?????? ???? ????? ??????? ?????????? ?????? ?????? ???????????? ????????? ????? ?????? ????????????
“Barangsiapa yang berkenan mengerjakan shalat 2 rakaat di malam Rabu, pada rakaaat pertama membaca surat al-Fatihah dan al-Falaq 10 kali dan pada rakaat kedua membaca al-Fatihah dan an-Nas 10 kali, kemudian setelah salam membaca istighfar 10 kali dan shalawat 10 kali maka 70 malaikat turun dari langit yang bertugas mencatatkan pahalanya sampai hari kiamat.”
Menurut sebagian ulama: “Balak atau malapetaka yang ditakdirkan oleh Allah Swt. akan terjadi selama satu tahun itu semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam Rabu terakhir bulan Shafar. Maka barangsiapa yang bersedia menulis 7 ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka. Ayatnya adalah sebagai berikut :
??????? ??????? ???? ????? ??????? , ??????? ????? ????? ??? ????????????? , ??????? ????? ???????????? , ??????? ????? ?????? ??????????
??????? ????? ???? ???????? , ??????? ?????????? ???????? ????????????? ?????????? , ??????? ???? ?????? ???????? ?????????.
Atau lazimnya ayat-ayat tersebut dikombinasikan dengan bentuk sesuai dengan yang ada pada gambar di atas.
Wallahu Al-Musta’an A’lam.
Langganan:
Postingan (Atom)

